Minggu, 28 Juni 2015

tanaman obat pada ayam pelung


di artikel sebelumnya kita udah bahas tentang sejarah ayam pelung nah,,,kali ini kita akan membahas tentang tanaman obat yang bisa digunakan oleh kita untuk merawat dan mengobati apabila terjadi suatu masalah pada hewan kesayangan kita ini, yaitu ayam pelung



gak usah panjang lebar yu,,,, langsung aja kita bahas,,,
Tanaman obat yang bisa digunakan pada AP:

1) Campuran kunyit, bawang putih, daun pepaya:memperkuat kekebalan terhadap berbagai penyakit seperti CRD, kolera,koksidiosis, radang usus bahkan AI.
2) Lidah buaya: antikuman, melindungi organ pencernaan dan pernafasan.
3) Campuran cabe jawa, temulak, temu ireng, lempuyang, gula tebu: menyehatkan, mengefisienkan penggunaan pakan.
4) Daun pepaya: anti malaria, anti parasit cacing,menambah nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh.
5) Daun mahkota dewa: anti mikroba, anti kanker, melindungi hati, dan ginjal.
6) Daun jambu biji: anti diare, melindungi organ tubuh.
7) Lengkuas: mengandung rasa pedas berfungsi meneteralkan racun, menimbulkan rasa hangat.
 Daunsirih: mengandung minyak atsiri untuk anti jamur, antibiotik, anti radang, berfungsi untuk melindungi organ tubuh dan organ pencernaan, obat luka, dan antibiotic alami.
9) Bratawali, pasak bumi, sambiloto: meningkatkan nafsu makan, memperkuat fisik saat cuaca panas, mencegah dan mengobati malaria unggas atau leuco.
10) Kencur: mengandung minyak atsiri berfungsi membuat rasa hangat, anti batuk, penambah nafsu makan, pereda radang tenggorokan.
11) Kunyit: mengandung zat atsiri bertujuan melindungi organ hati, ginjal dan antibiotik.
12) Temulawak: mengandung minyak atsiri, zat pati. Protein berfungsi melindungi hati, empedu, ginjal.
13) Temu ireng: meningkatkan nafsu makan dan antiparasit cacing.
14) Bawang putih: melindungi organ jantung danpembuluh darah, meningkatkan stamina dan kekebalan terhadap penyakit.
15) Bawang merah: obat ngorok/CRD dan snot.
16) Jahe: mengandung aroma, rasa hangat, zingerol, solakol berfungsi mendorong kerja kelenjar enkitrin, menghangatkan dan meningkatkan stamina.
17) Buah mengkudu: menyehatkan dan memacu pertumbuhan.
18) Akar rumput teki: menyehatkan badan, membuat kulit ayam cepat merah tanda sehat.
19) Campuran jahe + bawang putih + miyak sayur: menyembuhkan luka.
20) Gula kelapa: memperkuat fisik, meningkatkan bobot badan, mengurangi kematian akibat penyakit Gumboro.
21) Larutan tembakau, minyak kelapa: menghilangkan kutu pada unggas, mengendalikan ulat lalat di kotoran ayam.




sumber : 
penggemar ayam pelung cianjur 
https://m.facebook.com/notes/penggemar-ayam-pelung-cianjur/ramuan-untuk-ayam-pelung/661163573930197/?refid=18https://m.facebook.com/notes/penggemar-ayam-pelung-cianjur/ramuan-untuk-ayam-pelung/661163573930197/?refid=18

sejarah ayam pelung

KANDANG AYAM PELUNG PAKUHAJI TANGERANG



SEJARAH AYAM PELUNG "

Menurut cerita tahun 1850 di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur ada Kiayi dan Petani bernama H. Djarkasih atau Mama Acih menemukan anak ayam jantan dikebunnya. Anak ayam yang trundul di bawa pulang dan dipelihara. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta suara kokoknya panjang mengalun dan berirama. Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh Mama Acih dikembangkan, dikawinkan dengan ayam betina biasa (ayam kampung). Sekarang Ayam Pelung ini semakin terkenal dan cukup diminati oleh masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Seorang Putra Kaisar Jepang pernah berkunjung ke Warungkondang untuk melihat peternakan Ayam Pelung tersebut. Bahkan di Cianjur setiap tahun diselenggarakan kontes Ayam Pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa Barat dan DKI Jakarta. Ayam Pelung terbaik yang menjadi juara kontes bisa mencapai harga puluhan juta rupiah.
Nama ayam pelung berasal dari bahasa sunda Mawelung atau Melung yang artinya melengkung, karena dalam berkokok menghasilkan bunyi melengkung juga karena ayam pelung memiliki leher yang panjang dalam mengahiri suara / kokokannya dengan posisi melengkung.
Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam lokal Indonesia yang mempunyai karakteristik khas, yang secara umum ciri-ciri ayam pelung dapat digambarkan sebagai berikut :
  • Badan: Besar dab kokoh (jauh lebih berat / besar dibanding ayam lokal biasa)
  • Cakar: Panjang dan besar, berwarna hitam, hijau, kuning atau putih
  • Pial: Besar, bulat dan memerah
  • Jengger: Besar, tebal dan tegak, sebagian miring dan miring, berwarna merah dan berbentuk tunggal
  • Warna bulu: Tidak memiliki pola khas, tapi umumnya campuran merah dan hitam ; kuning dan putih ; dan atau campuran warna hijau mengkilat
  • Suara: Berkokok berirama, lebih merdu dan lebih panjang dibanding ayam jenis lainnya.
Budidaya Ayam Pelung
Budidaya yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan ayam pelung yang unggul dan baikterus dilakukan secara teliti dan tepat, yang mencakup antara lain : Pemilihan Induk, Pemilihan Pejantan, Teknik pemeliharaan dan kesehatan (sanitasi kandang & vaksinasi berkala). Dengan perkembangan teknologi belakangan ini, kita semua sependapat bahwa ayam pelung harus dikembangkan dan dibudidayakan secara maksimal untuk kepentingan kesejahteraan manusia, tetapi dari sisi melestarikan dan mengembangkan ayam pelung dengan tidak harus merusak atau memusnahkan ras pelung yang sudah ada dan terbukti memiliki berbagai keunggulan.

Kontes dan Bursa Ayam Pelung
Seperti halnya burung perkutut atau burung kicauan lainnya, ayam jago pelung juga dikonteskan yang menitik beratkan kepada alunan suaranya, dan sekarang ini hampir semua aspek sudah mendapat penilaian dalam suatu kontes : kontes suara khusus untuk jago ayam pelung, kontes penampilan, bobot badan dan juga untuk pelung betina yang meliputi lomba lokal, nasional maupun internasional yang telah diagendakan secara terorganisir pada setiap tahunnya.

Pada kontes Ayam Pelung tersebut selain diadakan lomba tarik suara dan lainnya juga merupakan arena bursa penjualan dari anak ayam sampai ayam dewasa, dari usia 0 s/d 1 bulan (jodoan), usia 3 bulan (sangkal), usia 6 s/d 7 bulan (jajangkar), sampai kepada ayam pelung yang sudah jadi (siap kontes). Dengan demikian lomba/kontes ayam pelung sekaligus merupakan bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam pelung. Melalui bursa semacam ini para pembeli, penjual, dan penggemar merasa puas karena pada umumnya mendapatkan bibit-bibit maupun induk yang berkualitas dan tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam pelung yang cukup memuaskan dari sesama peternak dan penggemar.






sumber :
https://m.facebook.com/notes/penggemar-ayam-pelung-cianjur/sejarah-ayam-pelung/661161787263709/?refid=18